TEKANAN PEMBENTUKAN RUANG PUBLIK PADA REALITAS SOSIAL BERPOTENSI KONFLIK DI PRIMETIME NEWS METRO TV

Chory Angela Wijayanti




Abstract


Demokratisasi media, menciptakan sebuah ruang publik yang menjadi peluang dan jembatan bagi interaksi masyarakat, untuk dapat mengatasi konflik sosial. Namun, karena banyaknya kepentingan yang terlibat, kontruksi realitas sosial di media massa seringkali malah menimbulkan kebencian atau stereotip pada kelompok tertentu yang terlibat dalam konflik. Hal ini semakin terasa saat konflik tersebut melibatkan perempuan yang terkait dengan industri seks, yang ditempatkan sebagai sebuah patologi sosial. Penelitian ini kemudian melihat bagaimana tekanan faktor-faktor dalam media massa terhadap pembentukan ruang publik pada peristiwa penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak di Surabaya, sebagai sebuah realitas sosial yang berpotensi konflik tersebut. Melalui metode analisis wacana kritis milik Norman Fairclough, dengan memfokuskan pada dimensi kedua, yaitu praktik wacana (discourse practice), hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor presenter sebagai individu pekerja media, rutinitas media, organisasi media, dan ekstra media, mempengaruhi konstruksi realitas sosial di media massa. Akibatnya, program talk show Primetime News menjadi tidak netral karena pada kenyataannya dikendalikan oleh para aktor media massa, yang mengontrol media massa dengan menduduki akses-akses untuk menseleksi tema, informasi, dan kontribusi.


Keywords


Media massa, ruang publik, realitas sosial, lokalisasi.

References


Ambarwati, Pratiwi. (2005). Televisi dan Ruang Publik: Kajian Kritis terhadap Fungsi RCTI sebagai Ruang Publik. Unpublished post-graduate thesis, Universitas Indonesia.

Berger, Peter L., & Thomas Luckmann. (1991). The Social Construction of Reality: A Treatise in The Sociology of Knowledge. USA: Penguin Books.

Bignell, Jonathan. (2004). An Introduction to Television Studies. New York: Routledge.

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LkiS Yogya-karta

Griffin, EM. (2011). A First Look at Communication Theory (8th edition). New York: McGraw-Hill.

Habermas, Jurgen. (2012). Ruang Publik: Sebuah Kajian tentang Kategori Masyarakat Borjuis. Bantul: Kreasi Wacana.

Haryatmoko. (2014). Etika Politik dan Kekuasaan. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara=

Ibrahim, Idi Subandy, & Suranto, Hanif (Eds.). (1998). Wanita dan Media: Konstruksi Ideologi Gender dalam Ruang Publik Orde Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Kartono, Kartini. (2014). Patologi Sosial (Jilid I). Jakarta : Rajawali Pres.

Jamal, Cemi Fitriani. (2013). Politik Prostitusi Kota Surabaya (Studi Deskriptif: Eksistensi Dolly). Junal Politik Muda, Universitas Airlangga. Vol 2 no.1.

Shoemaker, Pamela J., & Stephen D. Reese. (1996). Mediating the Message: Theories of Influences on Mass Media Content (Second Edition). USA: Longman Publisher.

Siregar, Amir Effendi. (2014). Mengawal Demo-kratisasi Media: Menolak Konsentrasi, Mem-bangun Keberagaman. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara.

Wibowo, I. (2011). Negara dan Bandit Demokrasi. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara.

Widianto, Willy. (2014, January 02). IPW: Waspadai Konflik Sosial Tahun 2014. Retreived October 10, 2014, from http://www.tribunnews.com/ nasional/2014/01/02/ipw-waspadai-konflik-sosial-tahun-2014.


Full Text: PDF

The Journal is published by The Institute of Research & Community Outreach - Petra Christian University. It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of National Education - Republic of Indonesia.

©All right reserved 2016.Scriptura, ISSN: 1978-385X

free web stats
View My Stats




Copyright © Research Center Web-Dev Team