STRATEGI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DOKTER KEPADA PASIEN DALAM PROSES PELAYANAN KESEHATAN DI RSU RAFFA MAJENANG

Authors

  • Grace Sinthike Kewas Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana, Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711
  • Rini Darmastuti Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana, Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711

DOI:

https://doi.org/10.9744/scriptura.10.2.60-76

Keywords:

Strategi komunikasi, komunikasi antarbudaya, Rumah Sakit Umum Raffa, Majenang

Abstract

Majenang merupakan kota kecamatan di kota Cilacap yang terletak di ujung paling barat dan berbatasan dengan Jawa Barat. Letak geografis ini membuat budaya yang dimiliki masyarakat Majenang adalah percampuran antara budaya Jawa dan Sunda. Akibatnya, membawa dampak pada komunikasi antarbudaya yang terjadi, termasuk proses komunikasi dalam pelayanan kesehatan yang ada di RSU Raffa, Majenang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi apa yang digunakan oleh dokter kepada pasien yang berbeda budaya di Rumah Sakit Umum Raffa selama proses pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menemukan bahwa pertama, proses komunikasi antarbudaya yang dilakukan oleh dokter dan pasien terjadi dalam bentuk komunikasi verbal dan non verbal. Kedua, Hambatan yang terjadi dalam komunikasi antarbudaya ini adalah hambatan bahasa, persepsi dan budaya. Ketiga, strategi yang digunakan untuk mengatasi hambatan ini adalah dengan menggunakan penerjemah, edukasi pasien, mempelajari budaya dan karakter pasien dan sosialisasi ke desa-desa

References

Samovar, Larry A. & Richard E. Porter. (1994). Intercultural Communication: A Reader. Tenth Edition. Australia: Wadsworth.

Samovar, Larry A; Richard E Porter and Edwin R McDaniel. 2012. Intercultural Communication: A Reader. 13th edition. United States: Wads¬worth Cengage learning.

Aw, S. (2010). Komunikasi Sosial Budaya. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Cangara, H. (2014). Perencanaan Strategi Komunikasi (Ed Revisi). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Chaney, Lilian, Martin, Jeanette, & Martin. (2004). Intercultural Business Communication. New Jersey: Pearson Education, Inc, Upper Saddle River.

Darmastuti, R. (2013). Mindfullness Dalam Komunikasi Antarbudaya (Mapa, Ed.). Yogyakarta: Buku Litera Yogyakarta.

Devito, J. A. (1997). Komunikasi Antarmanusia: Kuliah Dasar. Jakarta: Professional Books.

Effendy, O. U. (2004a). Dimensi-dimensi Komunikasi (Cet. Ke-4). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Effendy, O. U. (2004b). Dinamika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Effendy, O. U. (2011). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Fauziah, S. (2015). Faktor Sosiokultural dalam Pemakaian Bahasa. Zawiyah Jurnal Pemikiran Islam, 1(1), 154–174.

Fitrah, M. dan L. (2017). Metodologi Penelitian; Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas & Studi Kasus). Sukabumi: CV Jejak.

Griffin, E. A. (2003). A First Look at Communication Theory. New York City: McGraw-Hill.

Hadi, F. (2017). Komunikasi Antarbudaya pada Maha-siswa Bangka-Sunda (Studi Etnografi Komunikasi Kedwibahasaan Pada Mahasiswa Bangka-Sunda di FISIP UNPAS Bandung). PERPUSTAKAAN.

Jandt, F. E. (1998). Intercultural Communication, An Introduction. London: Sage Publication.

Keraf, & Gorys. (1997). Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa. Ende: Nusa Indah.

Liliweri, A. (2003). Dasar-dasar Komunikasi Antar-budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Liliweri, A. (2011). Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Littlejohn, W. S. (2012). Teori Komunikasi. Jakarta: Salemba Humanika.

Pemerintah Kabupaten Cilacap. (n.d.). Profil Kondisi Geografis Kabupaten Cilacap.

Putri, M. H. (2014). Strategi Komunikasi Antarbudaya dalam Mengurangi Stereotipe Negatif Terhadap Suku Batak di Rusunawa Keudah, Banda Aceh. Universitas Syiah Kuala.

Rakhmat, J. (2007). Persepsi Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Regar, P. P., Kawung, E., & Tangkudung, J. P. M. (2014). Pola komunikasi antar budaya dan identitas etnik Sangihe – Talaud – Sitaro (Studi pada Masyarakat Etnik Sanger-Tahuna-Sitaro di Kota Manado). Journal Acta Diurna, III, 1–10.

Ridwan, A. (2016). Komunikasi Antarbudaya (Mengubah Persepsi dan Sikap dalam Meningkatkan Kreativitas Manusia). Bandung: CV Pustaka Setia.

Samovar, Larry A., R. E. P., & McDaniel, dan E. R. (2010). Komunikasi Lintas Budaya (Commu-nication Between Cultures) (7th ed.). Jakarta: Salemba Humanika.

Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2012). Intercultural Communication A Reader (13th editi). USA: Wadsworth Cengage Learn¬ing.

Simanjuntak, D. R. (2016). Pelayanan Kesehatan dalam pendekatan komunikasi antarbudaya (Studi fenomenologi pelayanan kesehatan Dokter kepada Pasien di RSUP H. Adam Malik Medan). Jurnal Simbolika.

Soeprapto, R. (2002). Interaksi Simbolik, Perspektif Sosiologi Modern. Yogyakarta: Averrpes Press dan Pustaka Pelajar.

Soesilo. (2004). Kejawen: Philosofi & Perilaku. Jakar¬ta: Yayasan “Yusula.”

Spradley, J. (1997). Metode Etnografi (M. Z. Elizabeth & Tiara Wacana, Eds.). Yogyakarta.

Subandi, A. (1982). Psikolog Sosial (cet. ke-11). Jakarta: Bulan Bintang.

Sugiyono. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV, Alberta.

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tubbs, S., & Moss, S. (2008). Human Communi¬cation Principles and Contexts (8th ed). Boston: McGraw-Hill.

Turnomo, R. (2005). Menghargai Perbedaan Kultu¬ral: Mindfulness dalam Komunikasi Antaretnis.

Venus, A., Syafirah, N. A. Salam, N. E. (2019). Stereotip, Melayu, Etnik, Reformasi, Pendatang. Jurnal Manajemen Komunikasi, 3(2), 131–141.

Warsito. (2012). Antropologi Budaya. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Widyastuti, D. A. R., Birowo, M. A., & Sidhi, T. A. P. (2019). Konsep Diri Perempuan Di Kawasan Rawan Bencana Gunung Merapi. Jurnal ASPIKOM, 4(1), 156. https://doi.org/10.24329/ aspikom.v4i1.420

Downloads

Published

2020-12-21