PENGUNGKAPAN SEKSUALITAS DIRI PADA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @SISILISM

Authors

  • Nirra Swastika Widya Mandala Surabaya Catholic University, Surabaya
  • Nanang Krisdinanto Widya Mandala Surabaya Catholic University, Surabaya
  • Brigitta Revia Sandy Fista Widya Mandala Surabaya Catholic University, Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.9744/scriptura.11.2.53-64

Keywords:

Self-disclosure, Seksualitas, Instagram, Fenomenologi, Pemaknaan

Abstract

Seksualitas pada diri individu cenderung disembunyikan dan tidak dibagikan. Penelitian ini fokus pada pengalaman dan pemaknaan subjek akan seksualitas sehingga dapat melakukan pengungkapan diri (self-disclosure) pada media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif, serta metode penelitian fenomenologi dimana peneliti membiarkan subjek secara aktif membentuk makna melalui sisi intersubyektifnya yaitu pengalaman yang pernah terjadi terkait seksualitas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam untuk memperoleh hasil dari sudut pandang orang pertama, yakni Sisil. Dalam penelitian ini berhasil ditemukan bahwa Sisil memandang seksualitas sebagai kesenangan dan kenikmatan, sehingga ia berani melakukan pengungkapan diri dengan menceritakan pengalaman seksualitasnya di media sosial. Sisil melakukan pengungkapan di media sosial Instagram sebagai bentuk ekspresi diri untuk memenuhi kepuasannya dalam berbagi pengalaman.

References

Acquisti, A. dan Gross, R. (2006). Imagined Communities: Awareness, Information Sharing, and Privacy on the Facebook. Paper yang disajikan oleh International Workshop on Privacy Enhancing Technologies, Germany: Springer.

Adilah, Y, dkk. (2017) Determinan Penggunaan Kondom pada Hubungan Seksual Pertama Kali oleh Remaja Belum Menikah di Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 8(2), 91-99.

Al-Kandari, A., Melkote, S. R., & Sharif, A. (2016). Needs and Motives of Instagram Users that Predict Self-disclosure Use: A Case Study of Young Adults in Kuwait. Journal of Creative Communications, 11 (02), 85-101.

Andarmoyo, S. (2012). Psikososial dalam Pendekatan Konsep dan Proses Keperawatan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Arafat, I. S., & Cotton, W. L. (1974). Masturbation practices of males and females. The Journal of Sex Research, 10(4), 293–307.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Astuti, Prida Ariani Ambar, dkk. (2011). Remaja Digital: Learn, Play, Socialize, Participate. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ayub, K., Maulina, N., & Alif, M. (2017). Self Dis-closure Chef Agus Sasirangan di Media Sosial Instagram. MetaCommunication: Journal of Communication Studies, 01 (02), 01-09.

Barnawi dan Darojat, J. (2018). Penelitian Fenomenologi Pendidikan: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Bartels, J., dkk. (2019). My Colleagues Are My Friends: The Role of Facebook Contacts in Employee Identification, Management Communication Quartely, 00(0), 1-22.

Bell, S. E., & Apfel, R. J. (1995). Looking at bodies: Insights and inquiries about DES-related can¬cer. Qualitative Sociology, 18(1), 3–19.

Braun, V., & Wilkinson, S. (2001). Sociocultural Representations of The Vagina.

Budiargo, D. (2015). Berkomunikasi ala Net Genera-tion. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Kompas Gramedia.

Coleman, E. (2002). Masturbation as a means of achieving sexual health. Journal of Psychology & Human Sexuality, 14(2), 5–16.

Dawson, V. R. (2018). Fans, Friends, Advocates, Ambassadors, and Haters: Social Media Com-mu¬nities and the Communicative Constitution of Organizational Identity, Social Media + Society, 4(1), 1-11.

Debatin, B., Lovejoy, J. P., Horn, A., dan Hughes, B. N. (2009). Facebook and Online Privacy: Atti-tudes, Behaviors, and Unintended Consequences. Journal of Computer-Mediated Communica-tion, 15 (1), 83-108.

Devito, J. A. (1997). Komunikasi Antarmanusia. Jakarta: Professional Books. Devito. J. A. (2013). The Interpersonal Communication Book 13th Edition. USA: Pearson Education.

Djik, Jan Van. (1999). The Network Society. Cali-fornia: SAGE.

Endendijk, J. J., dkk. (2020). He is a Stud, She is a Slut! A Meta-Analysis on the Continued Exis-tence of Sexual Double Standards, Personality and Psychology Review, 24(2), 163-190.

Fromm, Erich. (2007). Cinta, Seksualitas, dan Matriarki. Yogyakarta & Bandung: Jalasutra.

Greene, K., & Faulkner, S. L. (2005). Gender, belief in the sexual double standard, and sexual talk in heterosexual dating relationships. Sex Roles: A Journal of Research, 53(3–4), 239–251.

Herowati, Diyah dan Sugiharto, Mugeni. (2019) Hubungan antara Kemampuan Reproduksi, Kepemilikan Anak, Tempat Tinggal, Pendidikan, dan Status Bekerja pada Wanita Sudah Menikah dengan Pemakaian Kontrasepsi Hormonal di Indonesia Tahun 2017. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 22 (2), 91-98.

Joinson, A., Houghton, D. J., Vasalou, A., dan Marder, B. L. (2011). Digital Crowding: Privacy, Self-disclosure, and Technology. Dalam Sabine Trepte dan Leonard Reinecke (eds), Privacy Online: Perspectives on Privacy and Self-dis-closure in the Social Web (pp. 33-46). Hamburg: Springer

Journal of Reproductive and Infant Psychology, 19(1), 17–32. Chennamaneni, A. dan Taneja, A. (2015). Communication Privacy Management and Self-disclosure on Social Media – A Case of Facebook. Paper yang disajikan di Twenty-first Americas Conference on Information System, Puerto Rico.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Statistik kasus HIV/AIDS di Indonesia dilapor sampai Desember 2011. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; 2011

Kuswarno, E. (2009). Metode Penelitian Komunikasi Fenomenologi Konsepsi, Pedoman, dan Contoh Penelitiannya. Bandung: Widya Padjajaran.

Mahardika, R. D. & Farida. (2019). Pengungkapan Diri pada Instagram Instastory.

Jurnal Studi Komunikasi, 03 (01), 101-117.

Miles, J. G. (2014). Instagram Power: Build Your Brand and Reach More Customers with the Power of Pictures.USA: McGrawHill Education.

Moore, S. G., Dahl, D. W., Gorn, G. J., & Weinberg, C. B. (2006). Coping with condom embarrassment. Psychology, Health & Medicine, 11(1), 70–79.

Moleong, L. J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulia, M. (2015). Mengupas Seksualitas. Jakarta: Opus Press.

Muhammad, Husein, dkk. (2011) Fiqh Seksualitas: Risalah Islam Untuk Pemenuhan Hak-Hak Seksualitas. Jakarta: BKKBN.

Munfarida, Elya. (2009). Kritik Wacana Seksualitas Perempuan. Jurnal Studi Gender & Anak, 4 (1), 122-139.

Nasrullah, Rulli. (2017). Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Nasrullah, Rulli. (2018). Komunikasi Antar Budaya: Di Era Budaya Siber. Jakarta: Prenada Media.

Negara, O. (2005). Seksualitas. Jurnal Perempuan, 41 (2), 7-22.

Nurhadi, Zikri F. (2015). Teori-teori Komunikasi: Teori Komunikasi dalam Perspektif Penelitian Kualitatif. Bogor: Ghalia Indonesia.

Raharjo, Y. (1997). Seksualitas Manusia dan Masalah Gender: Dekonstruksi Sosial dan Reorientasi. Populasi, 08 (01), 55-61.

Rakhmat, Jalaludin. (2011). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Rohmadi, M. dan Wijana, I Dewa P. (2013). Sosio Linguistik Kajian Teori dan Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Romo, L. K., Thompson, C. M., dan Donovan, E. E. (2017). College Drinkers’ Privacy Management of Alcohol Content on Social-Networking Sites. Communication Studies, 68 (2), 173-189.

Satcher, D. (2001). The Surgeon General’s Call to Action to Promote Sexual Health and Respon-sible Sexual Behavior. American Journal of Health Education, 32 (6), 356-368.

Satori & Komariah. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Seidman, I. (2006). Interviewing as Qualitative Research: A Guide for Researchers in Education and the Social Sciences. USA: Teachers College Press.

Supratiknya. (1995). Komunikasi Antarpribadi. Yog-yakarta: Penerbit Kanisius.

Sprecher, S., Treger, S., dan Wondra, J. D. (2012). Effects of Self-disclosure Role on Liking, Closeness, and Other Impressions in Get-acqu-ainted Interactions. Journal of Social Personal Relationships, 30, 4, 497-514.

yukur, Y. (2014). Open Booking Online (BO): Prostitusi di Facebook dalam Tinjauan Antropologi Simbolik, Jurnal Studi Pemuda, 3(2), 89-98.

Petronio, S. (2002). Boundaries of Privacy: Dialectics of Dsclosure. USA: State University of New York.

Verklan, M. T., (2007). Johari Window: A Model for Communicating to Each Other. Journal of Perinatal & Neonatal Nursing, 21, 02, 173-174.

Wardhaugh, R. (2006). An Introduction to Sociolinguistics. Australia: Blackwell Publishing.

Warner, Lee, dkk. (2004) Condom Effectiveness for Reducing Transmission of Gonorrhea and Chlamydia: The Importance of Assessing Partner Infection Status, American Journal of Epidemiology, 159 (3), 242-251.

West, R. danTurner, Lynn H. (2007). Introduction Comunication Theory: Analysis and Application, 3rd Edition. New York: McGraw Hill.

West, R. an Turner, Lynn H. (2010). Introduction Cmmunication Theory: Analysis and Application, 4th Edition. New York: McGraw Hill.

Zhang,R. & Fu, Jiawei S., (2020). Privacy Management and Self-Disclosure on Social Network Sites: The Moderating Effects of Stress and Gender. Journal of Computer-Mediated Commu-nication, 25 (03), 236.

Downloads

Published

2021-12-21